Dari sekian banyak mobil modifikasi yang mejeng di Indonesia Modification Expo (IMX) 2018, ada satu yang cukup menarik perhatian yakni Daihatsu Xenia V8. Dari segi tampilan memang biasa saja, tapi isi dibalik bonnet (kap mesin) yang bikin melongo.

Mobil Low MPV Daihatsu ini menggendong mesin gahar V8, berkubikasi 3.968 cc atau 4,0-liter. Terjadi swap engine, alias tukar mesin. Mesin ini memulai debutnya pada 1989 hingga 2000. Namun modifikator mengaku menggunakan mesin keluaran tahun paling muda. Alasannya, agar tak terlalu tua dan masih tergolong prima untuk dipasangkan di Xenia. Jantung pacu DOHC yang meminum bensin ini, sanggup mengembuskan daya maksimal 260 Tk pada 5.400 rpm dan dorongan torsi 360 Nm pada 4.400 rpm.

Nah, di pasar barang bekas, mesin macam ini sebetulnya dijual murah. Misal dengan paket transmisi otomatis, banderolnya sekitar Rp 20 jutaan. Harganya pun mengikuti kondisi mesin. Dan kebanyakan barang berasal dari copotan atau ex Singapura. Sebab di sana membatasi tahun pemakaian mobil.

Pengerjaan Xenia V8 Untuk mengerjakan proyek ini, dibutuhkan waktu satu bulan lebih. Tahapan paling awal, menurunkan mesin 1,3-liter bawaan pabrik. Kemudian barulah memulai fitting seperti membuat baju. Mesin V8 mulai dicangkokkan, untuk mengukur dudukan mesin baru. Namun ada kendala saat memasukannya. Ruang mesin tak cukup. Untuk itu, firewall Daihatsu yang masih gres dari pabrik, terpaksa dirobek mengikuti ukuran mesin dan transmisi. Singkat cerita, mesin terpasang dengan baik. Namun lantaran punya tenaga lebih besar, transmisi dan gardan bawaan harus diganti. Tak hanya itu, rear differential pun diganti. Kemudian dipasang transmisi otomatis yang diambil dari mobil sport legendaris Toyota Supra, yang terkenal handal.

Urusan pengereman, mau tak mau harus berubah. Bagian belakang pakai disc brake 260 mm dan rem depan pakai piringan 295 mm. Ini dilakukan agar sistem penghela laju kendaraan bisa meredam besarnya tenaga, yang tersalurkan pada roda belakang. Suspensi juga dirombak. Menyesuaikan bobot mesin, agar posisi mobil tidak menunduk lantaran menopang beban. Untuk mempermanis tampilan, Xenia memakai pelek Enkei 17 inci berkelir putih. Sementara untuk urusan interior, tak banyak berubah. Jok terlihat masih terbalut plastik seperti dari diler.

Kemudian head unit sudah memakai sistem yang terkoneksi dengan Electronic Control Unit (ECU). Meter cluster turut berubah. Diadopsi dari sepeda motor, yang menampilkan putaran mesin 15.000 rpm dan MID digital. Perlu dicatat, mobil ini bukanlah untuk produksi massal. Namun ini bagian dari kampanye pabrikan. Bahwa mobil keluarga besutannya pun bisa dirombak habis-habisan. Tak kalah dengan jenis mobil lain yang bisa dimodifikasi secara ekstrem.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here