Pertumbuhan positif juga dirasakan PT Daihatsu Motor (ADM). Low Sport Utility Vehicle (LSUV) miliknya, Terios, berhasil mencetak angka penjualan sebanyak 23.623 unit.

Jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, terjadi kenaikan penjualan sekitar 147 persen. Terios berhasil dikirim ke garasi konsumen sebanyak 9.560 unit.

Dengan penjualan yang cukup tinggi, Daihatsu Terios sempat mengalami inden dua sampai tiga bulan. Namun saat ini, waktu tunggu tersebut sudah terselesaikan dengan baik, karena peningkatan produksi hingga 13 sampai 14 ribu per bulan untuk Daihatsu Terios, Toyota Rush, dan ekspor.

“Sudah tidak inden. Dahulu produksi Daihatsu Terios sekitar 2 ribuan unit, sekarang kita sudah bisa suplai 3.500 unit,” jelas Amelia Tjandra, Direktur Penjualan PT ADM, saat berbincang dengan wartawan di Pantai Ora, Maluku, yang disitat dari Liputan6.com.

Lanjut Amel, ketika Daihatsu Terios launching, produksi sekitar 7 sampai 8 ribuan unit. Jadi ketika dipakai untuk Daihatsu Terios, Toyota Rush, dan ekspor tidak mencukupi. Dengan kondisi tersebut, dan ditambah pesanan yang membludak, waktu tunggu atau inden harus terjadi berbulan-bulan.

“Sekarang kita sudah pakai line (produksi) baru. Dari Hi-Max kita ganti Terios, jadi bisa 13 sampai 14 ribu (produksi sebulan), dan cukup ekspor, Toyota, dan Daihatsu,” tegasnya.

Sementara itu, langkah untuk mengorbankan Daihatsu Hi-Max untuk menambah produksi Terios harus dilakukan pabrikan asal Jepang ini. Terlebih, penjualan pikap tersebut, kalah dibandingkan penjualan sang kakak, Gran Max.

“Harus (korbankan Hi-Max), kita harus memilih. Kenapa penjualan Hi-Max dikit? Karena harganya dengan Gran Max tidak jauh, dan orang lebih pilih Gran Max karena lebih luas. Hi-Max dipilih karena bisa melewati jalan sempit, tetapi selama masih bisa dijalan biasa pasti milih Gran Max,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here